Dalam sebuah riwayat Rasulullah bersabda, ''Apabila kamu sudah tidak punya perasaan malu, maka lakukanlah apa pun yang kamu mau.'' Dari riwayat tersebut Rasulullah ingin mengajarkan bahwa malu merupakan salah satu prasyarat untuk ketakwaan, dalam artian ketika ingin melakukan suatu kesalahan atau maksiat dan perasaan malu ada dalam hati maka keinginan untuk melakukannya menjadi hilang. Malu yang dimaksud oleh Rasulullah di sini bisa diartikan dua hal. Pertama, malu kepada Allah, karena setiap perbuatan manusia sekecil apa pun dan detik per detik tentu tak akan lepas dari muraqabatullah. Ketika Allah membenci setiap perbuatan maksiat seorang hamba, ketika itulah si hamba harus sadar bahwa kemurkaan Allah akan didapatkan kalau perbuatan itu terus dilakukan. Kedua, malu kepada manusia. Ini bukan berarti kita berubah menjadi menuhankan manusia itu sendiri, tetapi yang dimaksud di sini adalah perasaan malu ketika manusia lain mengetahui perbuatan tersebut. Sebab, secara manusiawi setiap orang yang melakukan kesalahan pasti ingin menyembunyikan dari orang lain, karena hati kecil manusia selalu dan akan selalu mengajak kepada perbuatan mulia. Kalau dikaitkan dengan potret pemilu di Indonesia sekarang, kita sampai kepada kesimpulan bahwa perasaan malu sudah tidak lagi dipunyai para elite politik. Keinginan untuk memperoleh jabatan dan kekuasaan mengalahkan bisikan hati nurani. Rasa malu karena kekalahan dan ejekan pendukung mengalahkan rasa malu kepada Allah yang menciptakan kekuasan itu sendiri. Berbagai upaya ditempuh untuk sebuah kebanggaan di dunia walaupun harus melakukan cara-cara tercela. Semakin jauhnya harapan rakyat dari realita tidak memberikan kesadaran dan rasa malu bagi mereka yang gagal mengemban amanah rakyat. Krisis ekonomi semakin menghimpit, harga-harga melangit, kesejahteraan wong cilik semakin tak tersentuh. Pengangguran, anak jalanan, kriminalitas semakin menjadi-jadi. Tapi, ketika mengampanyekan diri untuk menjadi pemimpin, dengan tidak punya rasa malu kembali berteriak lantang sebagai orang yang paling peduli kepada rakyat. Janji menciptakan pemerintahan yang bersih dari KKN dan money politics justru diteriakkan lantang oleh orang yang menyuburkan korupsi. Entah ke mana lagi rasa malu yang dipunyai calon pemimpin kita. Kepada manusia sendiri sudah hilang. Apalagi kepada Allah sebagai tempat pertanggungjawaban yang mahaadil di akhirat kelak. Kepemimpinan dapat diartikan sebagai amanah sekaligus teladan kepada rakyat. Kepemimpinan bertujuan membimbing dan mengarahkan rakyat untuk sejahtera dan mengesampingkan kesenangan pribadi dan kolega, siap menderita ketika harus sampai kepada pilihan berbagi kesengsaraan dengan rakyat. Mungkin masih relevan pesan nurani Bung Hatta, Sang Proklamator Kemerdekaan Indonesia, ''Pemimpin yang bisa diandalkan rakyatnya adalah pemimpin yang mempunyai keberanian untuk menderita dan menahan rasa sakit.''
Dalam sebuah riwayat diceritakan ketika sahabat datang menemui Rasulullah dan berkata, ''Ya Rasulullah, saya terbelit utang, tolonglah saya.'' Tak berselang lama, sahabat lain juga datang dan mengadukan hal yang sama, ''Ya Nabiullah, saya tidak punya uang.''
Selanjutnya, kepada yang kedua, Rasulullah memberikan sebuah kapak dan memerintahkan sahabat tersebut pergi mencari kayu bakar untuk dijual di pasar, sedangkan kepada sahabat yang pertama Rasulullah tidak memberikan apa-apa kecuali hanya mengajarkan sebuah doa untuk diamalkan, ''Ya, Allah aku berlindung dari perasaan gundah gulana, lilitan utang, dan intimidasi orang-orang kuat.''
Penggalan kisah di atas mengandung suatu pelajaran yang sangat dalam bahwa ketika sahabat mengadukan kondisinya yang pailit dan dililit utang serta kesulitan untuk memenuhi kehidupan sehari-hari, secara gamblang bisa kita pahami pada intinya mereka berharap Rasululah memberikan uang sesuai dengan kemampuan beliau.
Tapi, di luar dugaan mereka, Rasulullah tidak memberikan uang, tapi hanya memberikan sebuah kapak dan sebuah doa. Tentu saja bukan berarti Rasululah tidak punya uang, tapi Nabi ingin mendidik sahabat beliau dengan memberikan pelajaran.
Pertama, perilaku minta-minta adalah sifat yang dibenci Allah, karena merupakan perendahan harga diri di depan manusia, menghilangkan rasa malu, dan yang terpenting pasti akan membelenggu diri untuk kebiasaan buruk, akan menjadi orang tidak mau berusaha. Seandainya Rasulullah memberikan uang, pasti sahabat tersebut akan datang lagi ketika kembali kehabisan uang.
Kedua, Rasulullah ingin mendidik mental para sahabat beliau, dan kita umatnya, agar jangan bermental rendah diri dan selalu bergantung kepada orang lain, walaupun itu saudara sendiri.
Ketika mental sudah terdidik selalu mengandalkan utang, berarti kita sudah membelenggu otak dan pikiran untuk tidak mau berusaha mendapatkan uang dengan cara lain. Sikap mental manusia adalah unsur penting dalam meraih keberhasilan. Seseorang yang bermental pantang menyerah tentulah dalam setiap usaha akan selalu berusaha keras dan setiap rintangan hanya dianggap cobaan kecil dan anak tangga untuk meraih keberhasilan.
Sebaliknya, seseorang yang bermental korup sudah tentu di setiap detik yang terlintas dalam pikirannya bagaimana hari ini mendapatkan uang banyak dan metode apalagi yang harus diterapkan. Ini menunjukkan sikap sangat pengecut karena takut miskin dan sekaligus musyrik karena tidak percaya rezeki dari sang pencipta.
Di akhir riwayat, kedua sahabat tersebut mendatangi Rasulullah kembali dan mengatakan bahwa mereka sudah tidak punya utang lagi dan sudah bisa memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Terbukti bahwa doa memberikan motivasi diri untuk melepaskan diri dari belenggu utang yang merupakan sumber gundah gulana.
Dan juga doa dijadikan senjata orang beriman, yang berarti merupakan bekal dan sekaligus tameng untuk menghadapi kesulitan hidup yang kita temui. Allah berjanji mengabulkan setiap doa hambanya di dunia atau akan menjadi simpanan di akhirat kelak.
Dari Abu Hurairah r.a. berkata, bahwa Rasulullah Saw. barsabda, Allah Swt. berfirman, “Setiap amal anak Adam adalah miliknya kecuali puasa. Puasa itu adalah milik-Ku, dan Akulah yang akan memberi pahalanya. Puasa adalah perisai. Jika telah tiba hari berpuasa, maka janganlah berkata-kata keji, atau berteriak-teriak. Jika seseorang memaki (diantara kamu yang berpuasa) atau memusuhinya, hendaknya ia berkata, “Sesungguhnya saya sedang berpuasa.” Demi Dzat Yang jiwa Muhammad ada di tangan-Nya, sungguh bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah daripada bau minyak wangi misik. Orang puasa mendapatkan dua kesenangan, kesenangan ketika berbuka dan kesenangan ketika berjumpa Allah (hari kiamat) karena puasanya.” (HR Bukhari dan Muslim)
Setiap amal kebajikan yang dilakukan oleh setiap manusia, dengan niat untuk mendapatkan ridha Allah SWT, akan mendapatkan pahala dari-Nya. Satu kebajikan dibalas dengan sepuluh kebajikan, bahkan bisa berlipat hingga tujuh ratus kali. Lain halnya dengan puasa, Allah telah menjamin pahala puasa, dengan pahala yang lebih besar, tiada yang mengetahuinya kecuali Allah SWT.
Selain itu, puasa mempunyai keutamaan-keutamaan yang sangat agung, yang dapat menjadi dorongan bagi kita untuk lebih semangat dalam beribadah, diantaranya;
1.Puasa Sebagai Perisai
Puasa adalah perisai yang akan menjaga dari perbuatan maksiat ketika di dunia, dan akan menjauhkan diri kita dari neraka di akhirat kelak. Sebagaimana sabda Nabi Saw: “Puasa adalah perisai (yang akan menjaga diri) dari api neraka sebagaimana perisai kalian (yang dapat menjaga serangan musuh) dalam peperangan.” (HR Ahmad).
Makna perisai di sini adalah; puasa dapat menjaga orang yang menjalankannya dari penyakit hawa nafsu. Ibnul Arabi mengatakan: “Sesungguhnya puasa itu dapat menjadi perisai dari neraka, karena ia mencegah keinginan nafsu, sedang neraka dikelilingi oleh nafsu tersebut.”
Kemudian al-Qurtubi menegaskan: “Oleh karena itu, seorang muslim yang berpuasa hendaknya menghindari hal-hal yang membatalkan dan mengurangi nilai pahala puasanya”. Intinya, selama seseorang tersebut dapat mencegah dirinya dari keinginan-keinginan yang dilarang oleh Allah SWT, maka terhindarlah ia dari api nereka, dan juga terhindar dari perbuatan negatif”. Fathul Baari: 4/104.
Kemudian Rasulullah SAW. memerintahkan para pemuda, yang telah memasuki usia pernikahan, namun belum mampu untuk melaksanakannya, untuk memperbanyak puasa. Karena dengan puasa, keinginan-keinginan
biologis dapat dikendalikan dengan baik. Sehingga ia dapat terhindar dari hal-hal yang dapat menjerumuskan dirinya dalam jurang kehinaan, yang merupakan perbuatan yang dilarang oleh Allah Swt Sebagaimana sabdanya: “Hai para pemuda, barangsiapa yang mampu untuk menikah, maka menikahlah. Karena dengan nikah, engkau akan dapat menjaga mata, dan memelihara kemaluan. Jika belum mampu, maka berpuasalah. Karena dengan puasa, nafsu seksmu akan terkendali.” (HR Bukhari 4/106; Muslim 1400).
Rasulullah Saw menjelaskan, bahwa kenikmatan surga dikelilingi oleh hal-hal yang tidak disukai oleh nafsu. Sementara neraka dikelilingi oleh hal-hal yang disukai oleh nafsu. Dengan demikian, jelaslah sudah, bahwa puasa dapat mengendalikan dan menundukkan nafsu tersebut.
Rasulullah Saw. bersabda: “Tidaklah seorang hamba itu berpuasa sehari di jalan Allah, kecuali Allah akan menjauhkan wajahnya dari api neraka tujuh puluh tahun.” (HR Bukhari 6/35).
Para ulama berpendapat, bahwa makna hadis ini menunjukkan ‘keutamaan puasa’ dalam peperangan di jalan Allah SWT. Namun yang lebih tepat, selama puasa itu dilakukan dengan ikhlas (hanya karena Allah), dan sesuai dengan tuntunan Rasulullah SAW, berarti ia telah puasa di jalan Allah. (Sifat Shaum Nabi: Salim al-Hilaly: 13).
2.Disempurnakan Pahalanya
Al-Qurtubi menyatakan, bahwa setiap amal yang dilakukan oleh manusia, sangat mungkin masuk dalam perbuatan riya/pamer. Tapi, puasa jauh dari perbuatan riya’. Ibnul Jauzi juga menyatakan, setiap ibadah akan tampak ketika dilakukan, dan sedikit untuk dapat selamat dari riya, berbeda halnya dengan puasa. Fathul Baari: 4/107. Sementara ibadah lain, seperti shalat, haji atau ibadah-ibadah lainnya. Ibadah seperti ini sangat mudah dimasuki
penyakit riya, sehingga keikhlasannya kurang terjamin. Dengan demikian, hanya Allah yang dapat mengetahui nilai pahala puasa seseorang, dan melipatgandakannya. Seperti dalam satu riwayat yang sahih disebutkan, Allah akan melipatgandakan satu kebajikan sepuluh kali, bahkan hingga tuju ratus kali, kecuali puasa. Dimana, Dia sendiri yang akan memberikannya. Hal ini, juga menunjukkan besarnya keutamaan puasa, serta sempurnanya pahala puasa.
. Mendapat Dua Kesenangan
Al-Qurtubi bependapat, bahwa maksud “Dua kesenanganan” adalah, ia akan segera merasakan nikmatnya berbuka, ketika telah usai. Sebagian ulama berpendapat, bahwa arti kesenangan tersebut, karena ia dapat menyempurnakan ibadah puasanya dengan pertolongan dan rahmat Allah Swt. Dan kesenangan kedua, bahwa ia akan mendapatkan pahala yang sempurna di sisi Allah Swt di akhirat kelak. (Fathul Baari: 4/118).
Salim al-Hilaly menyatakan, “Dua kesenanganan” adalah, bahwa orang yang merasa senang dan bahagia dalam beribadah, ketika melakukan puasa, tidaklah mengurangi pahalanya di akhirat. Meski kesenangan yang sesungguhnya adalah di akhirat kelak. Yaitu, dimana Allah Swt. memenuhi pahala orang yang sabar dan berpuasa tanpa hitungan. (Bahjatun Nadzirin: 2/358).
3.Bau Mulut Lebih Harum
Kemudian Rasulullah Saw menjelaskan bahwa bau mulut orang yang sedang berpuasa lebih harum dari minyak wangi pada hari kiamat nanti. Hal ini menunjukkan, bahwa orang yang sedang berpuasa akan mengalami perubahan pada bau mulutnya. Menjadi kurang sedap. Dan ini sangat mengganggu dirinya dan juga orang lain.
Rasulullah menjelaskan, bahwa hal itu tidaklah mengapa, bahkan mulutnya akan menjadi harum di sisi Allah. Sehingga usaha untuk menghilangkan bau tersebut dengan gosok gigi setelah tergelincirnya matahari hukumnya makruh. Ini adalah pendapat Imam Syafi’i.
Adapun pendapat yang lebih kuat, adalah tidak ada kemakruhan untuk bersiwak atau menggosok gigi setelah tergelincirnya matahari ke arah barat. Karena bau mulut tersebut berasal dari lambung sehingga tidak akan hilang meski kita menggosok gigi.
Al-Khotobi menyatakan, bahwa bersiwak/gosok gigi tetap dianjurkan baik dalam keadaan puasa maupun tidak. Namun, sebagian dari ulama fikih berpendapat, bahwa bersiwak ketika matahari telah tergelincir kearah barat hukumnya makruh. (‘Aunil Ma’bud: Syarah Sunan Abi Dawud: 6/351).
1.Mengantarkan Ke SurgaSebagaimana penjelasan diatas, bahwa puasa
dapat mengendalikan diri dari berbuat maksiat, dan menjauhkan diri dari neraka di akhirat nanti. Maka dengan demikian, ia telah melangkah mendekat ke tempat surga. Umamah ra, bertanya kepada Rasulullah Saw, ya Rasulullah, tunjukkan kepadaku, suatu amalan kebajikan yang dapat memasukkan aku ke surga. Rasulullah Saw menjawab: “Berpuasalah, (karena puasa itu akan mendapatkan pahala) yang tiada bandingnya.” (HR Nasa’i 4/165, dan sanadnya sahih).
2.Puasa Dan Quran Memberi Syafaat
Dari Abdullah bin Umar, Nabi Muhammad Saw bersabda, “Puasa dan al-Quran akan memberi syafaat kepada seorang hamba pada hari kiamat. Puasa berkata, ‘Ya Allah, saya telah menghalanginya dari makanan dan syahwatnya, maka berilah aku hak syafaat untuknya”. Al-Quran juga berkata, ‘Ya Allah, aku telah menghalanginya dari tidur di waktu malam, maka berikan padaku syafaat untuknya.” Lalu keduanya diizinkan untuk memberi syafaat.” (HR Ahmad 6626; Hakim 1/554).
9. Puasa Sebagai Kafarat.
Termasuk keutamaan puasa, Allah menjadikannya sebagai kafarat (penebus dosa), bagi yang berihram ketika haji. Yaitu, ketika ia mencukur rambut karena adanya alasan, seperti sakit, atau gangguan di kepalanya. Sementara ia tidak mampu untuk menyembelih korban. Begitu halnya, saat membunuh hewan buruan ketika berihram.
Demikian juga, ketika seorang mukmin membunuh orang kafir yang sedang terikat perjanjian damai dengan umat Islam, melanggar sumpah, dan Dzihar. Yaitu, ketika suami mengumpamakan istrinya dengan ibunya, atau kepada wanita yang haram dinikahi olehnya, dalam waktu selama-lamanya. Ini pendapat mayoritas ulama. (Lihat Minhajul Muslim, Syekh Abi Bakar Jabir al-Jazairi: 376).
10. Mendapat ar-Rayyan
Dari Sahl bin Saad r.a, dari Rasulullah Saw. beliau bersabda: “Sesungguhnya di dalam surga ada pintu yang bernama ar-Rayyan (pintu kesegaran), dimana nanti di hari kiamat orang-orang yang berpuasa akan masuk lewat pintu itu, dan tiada seorang pun yang dapat masuk lewat pintu itu selain mereka. Dan penjaga pintu berkata: “Mana orang-orang yang berpuasa?” kemudian mereka pun berdiri, tiada seorang pun selain mereka yang boleh masuk lewat pintu itu. Apabila mereka telah masuk pintu itu maka ditutuplah pintu itu. Maka dari itu tiada seorang pun yang dapat masuk pintu itu selain orang-orang yang berpuasa.” (HR Bukhari dan Muslim)
Hadis tersebut menerangkan keutamaan puasa dan kedudukan orang-orang yang berpuasa di sisi Allah. Atas keikhlasan dan kesabaran mereka dalam menjalankan ibadah puasa, dengan menahan lapar dan dahaga, mengendalikan hawa nafsu. Maka Allah Swt. mengistimewakannya dengan memasukkan mereka ke dalam surga melalui pintu khusus yang bernama "ar-Rayyan". Kata ini berasal dari bentuk ar-Ray yang berarti pengairan, segar, dan juga pemandangan yang indah.
Nama "ar-Rayyan" ini, sesuai dengan keadaan orang-orang puasa yang menahan dirinya dari makan dan minum. Karena ini yang lebih dirasakan oleh orang yang sedang berpuasa dibanding rasa lapar.
Dalam sahihnya Ibnu Khuzaimah menambahkan: "Barangsiapa yang masuk pintu ar-Rayyan, maka akan minum darinya. Dan barangsiapa minum darinya, maka tak akan dahaga selamanya".
Hal itu merupakan penghormatan dari Allah SWT kepada orang-orang yang berpuasa. Juga merupakan balasan bagi mereka atas keikhlasan dalam menjalankan ibadah.
Keutaman Bulan Ramadhan dan Beramal di Dalamnya
Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra: Bahwa sesungguhnya Rasulullah saw. pernah bersabda : Ketika datang bulan Ramadhan: Sungguh telah datang kepadamu bulan yang penuh berkat, diwajibkan atas kamu untuk puasa, dalam bulan ini pintu Jannah dibuka, pintu Neraka ditutup, Setan- Setan dibelenggu. Dalam bulan ini ada suatu malam yang nilanya sama dengan seribu bulan, maka barangsiapa diharamkan kebaikannya (tidak beramal baik didalamnya), sungguh telah diharamkan (tidak mendapat kebaikan di bulan lain seperti di bulan ini). ( HR. Ahmad, Nasai dan Baihaqy. Hadits Shahih Ligwahairihi).
Diriwayatkan dari Urfujah, ia berkata : Aku berada di tempat 'Uqbah bin Furqad, maka masuklah ke tempat kami seorang dari Sahabat Nabi saw. ketika Utbah melihatnya ia merasa takut padanya, maka ia diam. Ia berkata: maka ia menerangkan tentang puasa Ramadhan ia berkata : Saya telah mendengar Rasulullah saw bersabda tentang bulan Ramadhan: Di bulan Ramadhan ditutup seluruh pintu Neraka, dibuka seluruh pintu Jannah, dan dalam bulan ini Setan dibelenggu. Selanjutnya ia berkata : Dan dalam bulan ini ada malaikat yang selalu menyeru : Wahai orang yang selalu mencari/ beramal kebaikan bergembiralah anda, dan wahai orang-orang yang mencari/berbuat kejelekan berhentilah (dari perbuatan jahat). Seruan ini terus didengungkan sampai akhir bulan Ramadhan." (Riwayat Ahmad dan Nasai)
Diriwayatkan dari Abi Hurairah ra. Sesungguhnya Nabi saw. telah bersabda : Shalat Lima waktu, Shalat Jum'at sampai Shalat Jum'at berikutnya, puasa Ramadhan sampai puasa Ramadhan berikutnya, adalah menutup dosa-dosa (kecil) yang diperbuat diantara keduanya, bila dosa-dosa besar dijauhi." ( H.R.Muslim)
Diriwayatkan dari Abdullah bin Amru, bahwa sesungguhnya Nabi saw. telah bersabda: puasa dan Qur'an itu memintakan syafa’at seseorang hamba di hari Kiamat nanti. puasa berkata : Wahai Rabbku,aku telah mencegah dia memakan makanan dan menyalurkan syahwatnya di siang hari, maka berilah aku hak untuk memintakan syafa'at baginya. Dan berkata pula AL-Qur'an : Wahai Rabbku aku telah mencegah dia tidur di malam hari (karena membacaku), maka berilah aku hak untuk memintakan syafaat baginya. Maka keduanya diberi hak untuk memintakan syafaat." ( H.R. Ahmad, Hadits Hasan).
Diriwayatkan dari Sahal bin Sa'ad : Sesungguhnya Nabi saw telah bersabda : bahwa sesungguhnya bagi Jannah itu ada sebuah pintu yang disebut " Rayyaan".
Pada hari kiamat dikatakan : Dimana orang yang puasa? (untuk masuk Jannah melalui pintu itu), jika yang terakhir diantara mereka sudah memasuki pintu itu maka ditutuplah pintu itu." (HR. Bukhary Muslim).
Rasulullah saw. bersabda : Barangsiapa puasa Ramadhan karena beriman dan ikhlas, maka diampuni dosanya yang telah lalu dan yang sekarang ( HR.Bukhari Muslim).
KESIMPULAN :
Kesemua Hadits di atas memberi pelajaran kepada kita, tentang keutamaan bulan Ramadhan dan keutamaan beramal didalamnya, diantaranya :
Bulan Ramadhan adalah:
·Bulan yang penuh Barakah.
·Pada bulan ini pintu Jannah dibuka dan pintu neraka ditutup.
·Pada bulan ini Setan-Setan dibelenggu.
·Dalam bulan ini ada satu malam yang keutamaan beramal didalamnya lebih baik daripada beramal seribu bulan di bulan lain, yakni malam LAILATUL QADR.
·Pada bulan ini setiap hari ada malaikat yang menyeru menasehati siapa yang berbuat baik agar bergembira dan yang berbuat ma'shiyat agar menahan diri. (dalil 1 & 2).
Keutamaan beramal di bulan Ramadhan antara lain :
·Amal itu dapat menutup dosa-dosa kecil antara setelah Ramadhan yang lewat sampai dengan Ramadhan berikutnya.
·Menjadikan bulan Ramadhan memintakan syafaa't.
·Khusus bagi yang puasa disediakan pintu khusus yang bernama Rayyaan untuk memasuki Jannah. ( dalil 3, 4, 5 dan 6)
Alhamdulillah, Ramadhan kini datang menjelang. Kaum muslimin semua senang. Suasana pun jadi tenang. Karena memang bulan ini adalah bulan kemenangan. Buat siapa? Tentunya buat kita, kaum muslimin. Kayaknya kita juga udah ngeh kalo bulan Ramadhan adalah bulan yang penuh berkah, rahmat, dan ampunan dari Allah Swt. Itu sebabnya, kita semua gembira menyambut Ramadhan. Nggak percaya? Lihat aja adik-adik kita udah mulai pada semangat nyundut petasan. Lho kok? Iya, kita juga nggak abis pikir kenapa Ramadhan selalu identik dengan tradisi bakar petasan. Aneh ya? Tapi, itulah sisi lain dari tradisi Ramadhan di negeri ini sobat. ?
Sobat muda muslim, semangat kaum muslimin dalam menyambut bulan mulia ini juga terlihat dengan maraknya kegiatan-kegiatan yang bernuansa Ramadhan. Stasiun televisi, seperti tahun-tahun sebelumnya, juga getol menayangkan program unggulan mereka. Mulai dari acara kuis, acara ceramah pengantar sahur, ceramah menjelang berbuka puasa, iklan berbagai produk yang banyak muncul selalu disisipi pesan �selamat menunaikan ibadah puasa�, dan nggak ketinggalan tayangan favorit untuk menemani �ngabuburit�, yakni sinetron Ramadhan; seperti yang sekarang muncul adalah Alung, Jalan Lain Ke Sana, Doa dan Anugerah, dan judul lainnya . Tentu degan artis-artis ngetop yang tampil lebih sopan ketimbang bulan sebelumnya. Gimana pun juga, Ramadhan memang memiliki nilai lebih bagi perubahan individu. Meski dengan beragam niat tentunya. Ada yang sungguh-sungguh karena keimanan, tapi nggak sedikit juga yang ikut-ikutan aja. Wallahu�alam.
Di lingkungan sekitar kita pun kena imbasnya. Masjid-masjid mulai direhab, sebagian warga malah menghias rumahnya agar terlihat lebih asri dan apik, agenda kegiatan udah disusun rapi oleh DKM setempat, termasuk kegiatan remaja masjid; ada ceramah ba�da shubuh, ada acara pengajian menjelang berbuka puasa, juga shalat tarawih berjamaah. Duh, indah nian suasana Ramadhan ini ya? Coba kalo kondisi model begini ada sepanjang hari selama hidup kita. Ueeenak tenaan!
Kalo pada bulan biasa kita males bangun pagi, malah ada juga yang baru bisa bangun kalo udah diguyur pake air, tapi nggak di bulan Ramadhan. Hmm� di bulan Ramadhan, selain karena suasana menjelang shubuh menjadi rame oleh aktivitas para ibu yang memasak makanan dan hingar-bingar oleh anak-anak yang ngebangunin sahur dengan memainkan beragam alat musik, juga karena tumbuh dalam diri kita kesadaran dan tanggung jawab tentang kewajiban tersebut. Tul nggak?
Eh, ngomong-ngomong soal tradisi ngebangunin orang yang mau sahur, kamu pernah nggak ikutan? Asyik juga ya bisa bantuin orang bangun pagi, sambil tentunya bisa menjajal keahlian kamu dalam olah vokal dan memainkan alat musik �band kepret�. Itu sebabnya, bagi teman-teman kita yang kebetulan sempat menikmati Ramadhan di negeri orang, suasana seperti itu amat dirindukan. Ini juga sisi lain yang kayaknya nambah indah suasana. Meski tentunya naif banget kalo Ramadhan cuma diisi dengan kegiatan begituan, bahkan sampe menjadi ciri khas. Banyak kegiatan lain yang lebih bermanfaat. Bahkan lebih besar nilai pahala bagi ibadah kita. Itu sebabnya, siapkan sejak sekarang. Menyambut datangnya Ramadhan sama artinya dengan menyiapkan berbagai rencana kita untuk mengisi bulan yang mulia ini. Tul nggak?
Jangan sia-siakan puasamu Kayaknya kamu semua udah pada tahu dong kalo puasa Ramadhan itu wajib hukumnya. Kalo ada yang belum tahu, waduh kasihan banget tuh. Tapi insya Allah semuanya udah paham ya? Sebab Allah Swt. berfirman: Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa, (TQS al-Baqarah [2]: 183)
Nah, ngomongin soal puasa, sepertinya semua orang udah ngeh bahwa yang namanya puasa itu adalah aktivitas fisik kita. Kudu kuat nahan lapar dan haus dari mulai shubuh sampe menjelang maghrib. Selama kurang lebih 12 jam organ tubuh tertentu kita di-off-kan dari aktivitas mengolah makanan. Kalo hari biasa mulut kita nggak henti-hentinya ngegares makanan, di bulan Ramadhan pere dulu di siang hari. Sekaligus memberi kesempatan kepada lambung kita untuk �istirahat�. Insya Allah deh, kalo aktivitas nahan lapar dan nahan haus hampir bisa dilakukan setiap orang, termasuk anak kecil sekalipun. Dulu aja jamannya mahasiswa sering demo, ada juga lho yang nekat �mogok makan�. Itu artinya secara fisik bisa kuat. Anak kecil aja, banyak yang udah mulai ikutan puasa. Malah hari biasa aja mereka bisa tahan untuk tidak makan kalo udah asyik dengan teman mainnya. Apalagi kalo udah lengket dengan video gim, dijamin bisa lupa segalanya. Jangan heran kalo ortu kamu misuh-misuh kesel karena adikmu ogah makan. Karena pikiran adikmu (atau malah kamu juga? He..he..) tertuju kepada level demi level, lengkap dengan ketegangan yang ada dalam permainan di video gim itu. Jadi intinya, secara fisik banyak di antara kita yang sanggup menahan rasa lapar dan haus. Kuat deh.
Tapi jangan salah lho, puasa juga sebetulnya bisa dijadikan sarana untuk menambah kuantitas amal kita, sekaligus memperbaiki kualitas amal kita. Jadi, kalo kamu kuat nahan lapar, belum tentu juga kuat nahan godaan hawa nafsu kamu untuk ngomongin orang, untuk ngejailin orang, dan untuk berbuat maksiat lainnya. Insya Allah kita percaya deh sama kamu kalo kamu bisa menahan mulut kamu untuk tidak makan dan minum selama puasa, tapi kita khawatir kalo mulut kamu juga bisa puasa dari ghibah dan berbohong.
Emang sih, puasa kamu kagak batal kalo berbohong, tapi itu bisa mengurangi pahala puasa kamu. Sayang kan, udah capek-cepak, eh, cuma dapet lapar dan dahaga aja. Rasulullah saw. bersabda: �Betapa banyak orang yang berpuasa, tapi mereka tidak mendapatkan apa-apa dari puasanya itu kecuali lapar dan dahaga� (HR Ahmad)
Jadi sayang kalo puasa fisik nggak dibarengi juga dengan �puasa� dari perbuatan yang maksiat. Sungguh rugi pula kalo berlalu begitu saja tanpa ada aktivitas amal shaleh yang kita lakukan. Sebab, saat Ramadhan Allah memberikan �bonus� yang besar dalam ibadah kita. Jadi, jangan sia-siakan deh puasamu. Sayang banget. Apalagi belum tentu tahun depan kita ketemu lagi Ramadhan. Yuk, kita manfaatkan kesempatan ini. Jangan sampe lepas begitu saja. Puasa fisik wajib, tapi menjaga agar puasa ini nggak sia-sia juga wajib. Mulai sekarang, kita isi Ramadhan dengan kegiatan yang bernilai pahala di sisi Allah. Setuju kan? Siap...siap, siap..siap
Tetep produktif dong... Sobat muda muslim, puasa bukan saatnya untuk malas-malasan, apalagi malas beneran. Emang sih, kalo puasa bawaannya ngantuk melulu. Jadi jangan kaget kalo ada yang terus �zzzzzzz� (baca: tidur). Betul, kalo puasa, tidur aja dinilai ibadah, lho. Tapi bukan berarti seharian kamu tidur melulu. Rugi berat sobat! Banyak hal yang bisa kamu lakukan selama menjalani puasa. Sebab puasa emang bukan penghalang kita untuk beraktivitas. Justru sebaliknya kian getol menambah jumlah amal baik kita, dan jangan lupa kualitas amal kudu diperhatikan. Banyak beramal juga bisa percuma aja kalo kualitasnya jelek (baca: tidak sesuai dengan aturan Allah dan Rasul-Nya; dilihat dari niat dan caranya).
Seperti penjelasan di awal tulisan ini, bahwa Ramadhan adalah bulan penuh berkah, rahmat, dan ampunan. Maka, jika kita melakukan kebajikan pada bulan Ramadhan, maka Allah Swt. akan membalasnya dengan sejumlah ganjaran. Tepatnya, pahalanya jadi berkali lipat. Bayangkan jika itu kamu lakukan setiap hari selama sebulan penuh di bulan mulia tersebut. Coba, siapa yang nggak tergiur?
Dalam sebuah hadis qudsiy Rasulullah saw. bersabda: Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, bau mulut orang berpuasa benar-benar lebih harum di sisi Allah daripada bau minyak kesturi. Dia meninggalkan makanannya, minumannya, syahwatnya semata-mata karena Aku. Puasa itu adalah bagi-Ku. Dan Aku sendirilah yang akan memberikan pahalanya. Dan kebajikan (pada bulan Ramadhan) diberi pahala dengan sepuluh kali lipat kebajikan yang semisalnya. (HR Bukhari dari Abu Hurayrah)
Jadi, sungguh aneh bin ajaib kalo ada teman remaja yang masih malas bin ogah untuk beraktivitas di bulan Ramadhan. Oke deh, mari kita perbanyak amal ibadah kita sekaligus meningkatkan kualitasnya. Jangan sia-siakan kesempatan ini sobat. Pokoke, setiap ada kegiatan di masjid, di sekolah, or di kampus yang berhubungan dengan Ramadhan; seminar, ceramah ba�da shubuh, pengajian menjelang buka puasa, bahkan shalat tarawih berjamaah, usahakan kamu bisa menjalaninya dengan sempurna dan penuh semangat.
Syukur-syukur kalo kamu sendiri justru aktif mengisi kegiatan tersebut; entah sebagai panitia, atau pengisi acara-acara tersebut. Duh, indah nian sobat. Ramadhan terasa begitu nikmat. Semoga kita bisa melakukannya dengan sempurna ya?
Stop maksiat! Emang sih, kalo maksiat, meski di luar bulan Ramadhan tetep nggak boleh. Tepatnya apapun jenis perbuatan maksiatnya, tetep haram untuk dilakukan. Lebih-lebih di bulan Ramadhan, kayaknya lebih nggak pantes lagi kalo itu dilakukan. Tul nggak? Itu sebabnya, jangan nekatz untuk melakukan maksiat. Tapi sayang, bagi sebagian teman remaja masih aja ada yang betah melakukan maksiat. Coba deh lihat, shalat tarawih berjamaah di masjid aja pake acara jemput-jemputan pasangannya. Duh, puasa ternyata nggak bikin maksiat berhenti, malah semakin �gila� aja melakukannya. Alasan temen kita, biasanya menganggap bahwa pacaran menurutnya nggak membatalkan puasa. Hmm... emang bener sih, karena hal-hal yang membatalkan puasa adalah makan dan minum di siang hari. Tapi aktivitas pacaran bisa merusak pahala puasa kita. Hih, rugi atuh Neng!
Kalo puasa nggak menjadikan kita mawas diri, nggak menjadikan kita malu, bahkan nggak menjadikan kita jadi anak shaleh, itu berarti ada �apa-apanya�. Sebab, seharusnya kan puasa bisa menjadi perisai kita dari berbuat nggak bener. Puasa adalah tameng kita. Sabda Rasulullah saw.: Puasa adalah perisai (dari api neraka). Jika seseorang di antara kalian berpuasa, janganlah berkata kotor dan bertengkar. Jika dimaki-maki orang lain, katakanlah: �Saya sedang berpuasa�(HR Bukhari)
Diriwayatkan pula dari Abu Hurayrah r.a.: Rasulullah saw. bersabda: Barangsiapa tidak meninggalkan dusta dan berbuat buruk pada bulan Ramadhan, Allah tidak butuh kepada usahanya meninggalkan makan dan minum.(HR Bukhari)
Nah lho. Hadis ini memberikan sinyal buat kita, bahwa kalo kita masih tetep kuat maksiat meski sedang puasa, maka jangan harap kalo puasa kita mendapat berkah dari Allah Swt. Ih, naudzubillahi min dzalik.
Jadi, kita sambut gembira Ramadhan ini, perbanyak amal sholeh, tingkatkan kualitasnya, dan tentu, tinggalkan maksiat. Jangan lupa, tetep giat mengkaji Islam. Siap? ?
Cinta adalah sebuah perasaan yang diberikan oleh Tuhan pada sepasang manusia untuk saling…. (saling mencintai, saling memiliki, saling memenuhi, saling pengertian dll). Cinta itu sendiri sama sekali tidak dapat dipaksakan, cinta hanya dapat brjalan apabila ke-2 belah phiak melakukan “saling” tersebut… cinta tidak dapat berjalan apabila mereka mementingkan diri sendiri. Karena dalam berhubungan, pasangan kita pasti menginginkan suatu perhatian lebih dan itu hanya bisa di dapat dari pengertian pasangannya.
Cinta adalah memberikan kasih sayang bukannya rantai. Cinta juga tidak bisa dipaksakan dan datangnya pun kadang secara tidak di sengaja. CInta indah namun kepedihan yang ditinggalkannya kadang berlangsung lebih lama dari cinta itu sendiri. Batas cinta dan benci juga amat tipis tapi dengan cinta dunia yang kita jalani serasa lebih ringan.
Cinta itu perasaan seseorang terhadap lawan jenisnya karena ketertarikan terhadap sesuatu yang dimiliki oleh lawan jenisnya (misalnya sifat, wajah dan lain lain). Namun diperlukan pengertian dan saling memahami untuk dapat melanjutkan hubungan, haruslah saling menutupi kekurangan dan mau menerima pasangannya apa adanya, tanpa pemaksaan oleh salah satu pihak. Berbagi suka bersama dan berbagi kesedihan bersama.
Cinta itu adalah sesuatu yang murni, putih, tulus dan suci yang timbul tanpa adanya paksaan atau adanya sesuatu yang dibuat-buat, Menurut saya pribadi cinta itu dapat membuat orang itu dapat termotivasi untuk melakukan perubahan yang lebihb aik daripada sebelum ia mengenal cinta itu. Cinta itu sesuatu yang suci dan janganlah kita menodai cinta yang suci itu dengan ke-egoisan kita yang hanya menginginkan enaknya buat kita dan ndak enaknya buat kamu. TIPS; untuk mengawetkan cinta dibutuhkan PENGERTIAN!
Suatu perasaan terdalam manusia yangmembuatnya rela berkorban apa saja demi kebahagiaan orang yang dicintainya. Pengorbanannya itu tulus, tidak mengharap balasan. Kalau misalnya memberi banyak hadiah ke seseorang tapi dengan syarat orang itu harus membalasnya dengan mau jadi kekasihnya, itu bukan cinta namanya. CInta tidak bisa diukur dengan materi ataupun yang berasal dari dunia fana. Dan percayalah… cinta terbesar biasanya selalu datang dari ibu kandung, bukan dari pacar (sebab cinta pacar bisa luntur suatu saat atau setelah menikah kelak).
Cinta, membuat bahagia, duka ataupun buta. Cinta itu penuh pengorbanan, kepahitan, keindahan dan kehangatan. Cinta adalah sebuah keinginan untuk memberi tanpa harus meminta apa-apa, namun cinta akan menjadi lebih indah jika keduanya saling memberi dan menerima, sehingga kehangatan, keselarasan dan kebersamaan menjalani hidup dapat tercapai. CInta adalah kata yang memiliki banyak makna, bergantung bagaimana kita menempatkannya dalam kehidupan. Ai wa atatakai koto da.
Cinta itu bisa membuat orang buta akan segalanya hanya demi rasa sayang terhadap sang kekasih. Kita juga tau apa maknanya cinta itu. Cinta psti bisa membuat orang merasakan suka dan duka pada waktu yang sama ketika kita berusaha mendapat kebahagiaan bersama. Jadi bukanlah kebahagiaan untuk kita sendiri. Meskipun demikian kita jangan samapi salah langkah agar tidak menuju kesengsaraan. Lakukanlah demi orang yang kamu kasihi agar kau tidak merasa sia-sia tanpa guna. Karena hal itulah yang membuat hidup menjadi lebih hidup (Losta Masta).
Cinta adalah perasaan hangat yang mampu membuat kita menyadari betapa berharganya kita, dan adanya seseorang yang begitu berharga untuk kita lindungi. CInta tidaklah sebatas kata-kata saja, karena cinta jauh lebih berharga daripada harta karun termahal di dunia pun. Saat seseorang memegang tanganmu dan bilang ” Aku cinta kamu…” pasti menjadi perasaan hangat yang istimewa! Karena itu, saat kamu sudah menemukan seseorang yang begitu berharga buat kamu, jangan pernah lepaskan dia! Namun adakalanya cinta begitu menyakitkan, dan satu-satunya jalan untuk menunjukkan cintamu hanyalah merlekan dia pergi.
Cinta itu adalah sebuah perasaan yang tidak ada seorangpun bisa mengetahui kapan datangnya, bahkan sang pemilik perasaan sekalipun. Jika kita sudah mengenal cinta, kita akan menjadi orang yang paling berbahagia di dunia ini. Akan tetapi, bila cinta kita tak terbalas, kita akan merasa bahwa kita adalah orang paling malang dan kita akan kehilangan gairah hidup. Dengan cinta, kita bisa belajar untuk menghargai sesama, serta berusaha untuk melindungi orang yang kita cintai, apaun yang akan terjadi pada kita. Ai ga kirei’n da!
Cinta merupakan anugerah yang tak ternilai harganya dan itu di berikan kepada makhluk yang paling sempurna, manusia. Cinta tidak dapat diucapkan dengan kata-kata, tidak dapat dideskripsikan dengan bahasa apaun. Cinta hanya bisa dibaca dengan bahasa cinta dan juga dengan perasaan. Cinta adalah perasaanyang universal, tak mengenalgender, usia, suku ataupun ras. Tak perduli cinta dengan sesama mansuia, dengan tumbuhan, binatang, roh halus,ataupun dengan Sang Pencipta. Lagipula, cintaitu buta. Buta sama degnan meraba-raba. Jadi… cinta itu meraba-raba…(^o^)/… meraba-raba isi hati yang dicinta…
Shalat Tahajjud Mengatasi Berbagai Penyakit Sebuah penelitian ilmiah membuktikan, shalat tahajjud membebaskan seseorang dari pelbagai penyakit. Berbahagialah Anda yang rajin shalat tahajjud. Di satu sisi pundi-pundi pahala Anda kian bertambah, di sisi lain, Anda pun bisa memetik keuntungan jasmaniah. Insya Allah, Anda bakal terhindar dari pelbagai penyakit . Itu bukan ungkapan teoritis semata, melainkan sudah diuji dan dibuktikan melalui penelitian ilmiah. Penelitinya dosen Fakultas Tarbiyah IAIN Sunan Ampel Surabaya, Mohammad Sholeh, dalam usahanya meraih gelar doktor. Sholeh melakukan penelitian terhadap para siswa SMU Lukmanul Hakim Pondok Pesantren Hidayatullah Surabaya yang secara rutin memang menunaikan shalat tahajjud. Ketenangan Shalat tahajjud yang dilakukan di penghujung malam yang sunyi, kata Sholeh, bisa mendatangkan Ketenangan. Sementara ketenangan itu sendiri terbukti mampu meningkatkan ketahanan tubuh imunologik, mengurangi resiko terkena penyakit jantung dan meningkatkan usia harapan hidup. Sebaliknya, bentuk-bentuk tekanan mental seperti Stres maupun Depresi membuat seseorang rentan terhadap berbagai penyakit, infeksi dan mempercepat perkembangan sel kanker serta meningkatkan metastasis (penyebaran sel kanker). Tekanan mental itu sendiri terjadi akibat gangguan irama sirkadian (siklus bioritmik manusia) yang ditandai dengan peningkatan Hormon Kortisol. Perlu diketahui, Hormon Kortisol ini biasa dipakai sebagai tolok ukur untuk mengetahui kondisi seseorang apakah jiwanya tengah terserang stres, depresi atau tidak. Untungnya, kata Sholeh, Stres Bisa Dikelola. Dan pengelolaan itu bisa dilakukan dengan cara edukatif atau dengan cara Teknis Relaksasi atau Perenungan/Tafakur dan umpan balik hayati (bio feed back). “Nah, shalat tahajjud mengandung aspek meditasi dan relaksasi sehingga dapat digunakan sebagai coping mechanism atau pereda stres yang akan meningkatkan ketahanan tubuh seseorang secara natural”, jelas Sholeh dalam disertasinya berjudul Pengaruh Shalat Tahajjud Terhadap Peningkatan Perubahan Respon Ketahanan Tubuh Imunologik.
Tahajjud harus secara Ikhlas & Kontinyu Namun pada saat yang sama, shalat tahajjud pun Bisa Mendatangkan Stres, terutama bila Tidak Dilaksanakan Secara Ikhlas dan Kontinyu. “Jika tidak dilaksanakan dengan ikhlas, bakal terjadi kegagalan dalam menjaga homeostasis atau daya adaptasi terhadap perubahan pola irama pertumbuhan sel yang normal, tetapi jika dijalankan dengan ikhlas dan kontinyu akan sebaliknya”, katanya kepada Republika.
Dengan begitu, keikhlasan dalam menjalankan shalat tahajjud menjadi sangat penting. Selama ini banyak kiai, dan intelektual berpendapat bahwa ikhlas adalah persoalan mental-psikis. Artinya, hanya Allah swt yang mengetahui dan mustahil dapat dibuktikan secara ilmiah. Namun lewat penelitiannya, Sholeh berpendapat lain. Ia yakin, secara medis, ikhlas yang dipandang sebagai sesuatu yang misteri itu bisa dibuktikan secara kuantitatif melalui indikator sekresi hormon kortisol. “Keikhlasan Anda dalam shalat tahajjud dapat dimonitor lewat irama sirkadian, terutama pada sekresi hormon kortisolnya”, kata pria yang meraih gelar doktor pada bidang psikoneoroimunologi dari Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga ini. Dijelaskan Sholeh, jika ada seseorang yang merasakan sakit setelah menjalankan shalat tahajjud, besar kemungkinan itu berkaitan dengan niat yang tidak ikhlas, sehingga gagal terhadap perubahan irama sirkadian tersebut. Gangguan adaptasi itu tercermin pada sekresi kortisol dalam serum darah yang seharusnya menurun pada malam hari. Apabila sekresi kortisol tetap tinggi, maka produksi respon imunologik akan menurun sehingga berakibat munculnya gangguan kesehatan pada tubuh seseorang. Sedangkan sekresi kortisol menurun, maka indikasinya adalah terjadinya
produksi respon imunologik yang meningkat pada tubuh seseorang. Niat yang tidak ikhlas, kata Sholeh, akan menimbulkan Kekecewaan, Persepsi Negatif, dan Rasa Tertekan. Perasaan negatif dan tertekan itu menjadikan seseorang rentan terhadap serangan stres. Dalam kondisi stres yang berkepanjangan yang ditandai dengan tingginya sekresi kortisol, maka hormon kortisol itu akan bertindak sebagai imunosupresif yang menekan proliferasi limfosit yang akan mengakibatkan imunoglobulin tidak terinduksi. Karena imunoglobulin tidak terinduksi maka sistem daya tahan tubuh akan menurun sehingga rentan terkena infeksi dan kanker. Kanker, seperti diketahui, adalah pertumbuhan sel yang tidak normal. “Nah, kalau melaksanakan shalat tahajjud dengan ikhlas dan kontinyu akan dapat merangsang pertumbuhan sel secara normal sehingga membebaskan pengamal shalat tahajjud dari berbagai penyakit dan kanker (tumor ganas),” kata alumni Pesantren Lirboyo Kediri Jatim ini. Menurutnya, shalat tahajjud yang dijalankan dengan tepat, kontinyu, khusuk, dan ikhlas dapat menimbulkan persepsi dan motivasi positif sehingga menumbuhkan coping mechanism yang efektif. Sholeh menjelaskan, respon emosional yang positif atau coping mechanism dari pengaruh shalat tahajjud ini berjalan mengalir dalam tubuh dan diterima oleh batang otak. Setelah diformat dengan bahasa otak, kemudian ditrasmisikan ke salah satu bagian otak besar yakni Talamus. Kemudian, Talamus menghubungi Hipokampus (pusat memori yang vital untuk mengkoordinasikan segala hal yang diserap indera) untuk mensekresi GABA yang bertugas sebagai pengontrol respon emosi, dan menghambat Acetylcholine, serotonis dan neurotransmiter yang lain yang memproduksi sekresi kortisol. Selain itu, Talamus juga mengontak prefrontal kiri-kanan dengan mensekresi dopanin dan menghambat sekresi seretonin dan norepinefrin. Setelah terjadi kontak timbal balik antara Talamus-Hipokampus-Amigdala-Prefrontal kiri-kanan, maka Talamus mengontak ke Hipotalamus untuk mengendalikan sekresi kortisol.
Sumber: indoforum.org
saya adalah mahasiswa untag surabaya,penasihat dari gragas groub.anggota tim ruqyah lumajang dan jember.pernah bekerja sebagai kepala surviyor di sby,sebagai supervisor di cv andhini.kepala marketing di Mega cemerlang cleaning and equitmen.pernah bekerja di metac enginering dan Pt pulau mas international di bali saat mengelolah air di pelabuhan benoa milik pelindo